MENU BAR

Jumat, 11 November 2016

MENGUNJUNGI KANTOR POLISI

Mengenal peraturan seyogyanya dikenalkan semenjak dini. Dan bila aturan itu diterangkan oleh aparat kepolisian tentu akan menarik perhatian siswa dan mereka akan mengingat lebih dalam. Kelak saat dewasa diharapkan dia akan menjadi warga yang tertib hukum.
      Mengunjungi kantor polisi dapat diagendakan sebagai kegiatan outdoor yang tidak boleh ditinggalkan. Siswa akan memperoleh banyak pengetahuan di sana, mulai dari yang umum-umum seperti mengenal tugas dan peran polisi, struktur kepangkatan, atau bagaimana tata cara menjadi polisi. Juga yang khusus, seperti mengenai bahaya narkoba yang kian marak, atau mengenal tata tertib lalu lintas.     
      Bila kita mampu melobi dengan baik, bukan mustahil pihak kepolisian akan menyambut kehadiran kita dengan acara dan fasilitas yang khusus. Acara khusus misalnya peragaan boneka tertib lalu lintas yang dimainkan para polwan, atau memberi kesempatan beberapa siswa duduk di boncengan sadel motor gede polantas yang bersirine. (Polda Jatim pernah memberi kesempatan siswa TK dan SD merasakan meluncur dari ketinggian dengan tandem polisi).
           Kegiatan di kantor polisi hendaknya tidak sebatas berkumpul di ruang dan mendengar ceramah polisi. Siswa perlu diajak berkeliling mengamati kantor dan  peralatan mereka. Syukur boleh mencoba, misalnya, peralatan dalmas yang berupa perisai rotan, pentungan, dan rompi pengaman itu.       Yang perlu disiapkan sebelum outdoor, sekolah hendaknya membuat surat pemberitahuan kunjungan ke polisi yang dituju. Surat itu sebaiknya dilampiri deskripsi ringkas kegiatan yang akan dilakukan dan informasi yang dibutuhkan oleh siswa. Perlu juga diinformasikan jumlah siswa dan tingkat kelasnya sehingga polisi dapat menyesuaikan materi dan cara penyampaiannya kepada siswa. Akan lebih mengena jika guru dan polisi berdialog terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi, memahai tujuan outdoor, termasuk membicarakan tentang apa fokus materi yang akan disampaikan kepada siswa.
Pada akhir acara sempatkan foto bersama dengan pak polisi kita. Ini tidak sekadar bernilai dokumentatif, tetapi juga untuk membangun cita siswa untuk berprofesi  menjadi aparat penegak hukum.
            Perlu disarankan kepada polisi yang menjadi narasumber untuk melengkapi diri dengan aneka peralatan saat presentasi. Sebab, berdasar pengalaman, bila hanya mengandalkan informasi lisan siswa segera bosan dan hilang perhatian. Keberadaan alat seperti rambu lalu lintas, tanda pangkat, senjata, borgol, foto-foto, hingga poster narkoba sungguh dapat memancing perhatian siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar