Mengenal peraturan seyogyanya dikenalkan semenjak dini. Dan bila
aturan itu diterangkan oleh aparat kepolisian tentu akan menarik perhatian
siswa dan mereka akan mengingat lebih dalam. Kelak saat dewasa diharapkan dia
akan menjadi warga yang tertib hukum.
Mengunjungi kantor polisi dapat
diagendakan sebagai kegiatan outdoor yang tidak boleh ditinggalkan. Siswa akan
memperoleh banyak pengetahuan di sana ,
mulai dari yang umum-umum seperti mengenal tugas dan peran polisi, struktur kepangkatan,
atau bagaimana tata cara menjadi polisi. Juga yang khusus, seperti mengenai
bahaya narkoba yang kian marak, atau mengenal tata tertib lalu lintas.
Bila kita mampu melobi dengan baik,
bukan mustahil pihak kepolisian akan menyambut kehadiran kita dengan acara dan
fasilitas yang khusus. Acara khusus misalnya peragaan boneka tertib lalu lintas
yang dimainkan para polwan, atau memberi kesempatan beberapa siswa duduk di boncengan
sadel motor gede polantas yang bersirine. (Polda Jatim pernah memberi
kesempatan siswa TK dan SD merasakan meluncur dari ketinggian dengan tandem
polisi).
Kegiatan di kantor polisi hendaknya
tidak sebatas berkumpul di ruang dan mendengar ceramah polisi. Siswa perlu
diajak berkeliling mengamati kantor dan
peralatan mereka. Syukur boleh mencoba, misalnya, peralatan dalmas yang
berupa perisai rotan, pentungan, dan rompi pengaman itu. Yang perlu disiapkan sebelum outdoor, sekolah hendaknya membuat surat pemberitahuan
kunjungan ke polisi yang dituju. Surat
itu sebaiknya dilampiri deskripsi ringkas kegiatan yang akan dilakukan dan
informasi yang dibutuhkan oleh siswa. Perlu juga diinformasikan jumlah siswa
dan tingkat kelasnya sehingga polisi dapat menyesuaikan materi dan cara
penyampaiannya kepada siswa. Akan lebih mengena jika guru dan polisi berdialog
terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi, memahai tujuan outdoor, termasuk
membicarakan tentang apa fokus materi yang akan disampaikan kepada siswa.
Pada akhir acara sempatkan foto bersama dengan pak polisi kita. Ini
tidak sekadar bernilai dokumentatif, tetapi juga untuk membangun cita siswa
untuk berprofesi menjadi aparat penegak
hukum.
Perlu disarankan kepada polisi yang menjadi narasumber
untuk melengkapi diri dengan aneka peralatan saat presentasi. Sebab, berdasar
pengalaman, bila hanya mengandalkan informasi lisan siswa segera bosan dan
hilang perhatian. Keberadaan alat seperti rambu lalu lintas, tanda pangkat,
senjata, borgol, foto-foto, hingga poster narkoba sungguh dapat memancing
perhatian siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar